Tradisi Berburu dengan Elang Warisan Bangsa Mongol: Kyrgyzstan – Kyrgyzstan, sebuah negara yang mewarisi semangat dan tradisi bangsa Mongol, mengabadikan dengan baik tradisi berburu dengan elang emas dalam budaya mereka. Terus diwariskan dari generasi ke generasi, tradisi ini menjadi bagian integral dari masyarakat Asia Tengah, terutama di Kyrgyzstan, yang masih menjalankan gaya hidup nomaden di tengah suhu udara ekstrim.
NB : Postingan ini sudah di update menjadi postingan video. Anda bisa “BERALIH KE VERSI VIDEO” atau tetap di sini untuk melanjutkan membaca
Mengenakan mantel tebal dari kulit domba dan penutup kepala dari kain wol, para pemburu Kyrgyzstan menyusuri bukit dengan gagah berani, membawa burung elang emas yang melambangkan keberanian, kekuatan, dan kemuliaan kesatria dalam budaya bangsa Mongol. Elang emas bukan hanya simbol kewibawaan, tetapi juga mitra berburu efektif yang terlatih untuk mengejar hewan buruan seperti rubah dan kelinci.
Pemburu Kyrgyzstan menjalani proses khusus untuk menangkap dan melatih elang mereka. Hanya satu dari selusin elang yang dipilih, karena tidak semua elang dapat menjadi jinak dan memiliki potensi berburu yang baik. Pelatihan elang membutuhkan disiplin harian yang konsisten, melibatkan nyanyian dan lagu untuk menanamkan karakter suara manusia ke dalam benak burung elang.
Pada usia dewasa, elang siap menjadi mitra dalam perburuan. Gaya hidup nomaden Kyrgyzstan memungkinkan mereka berpindah tempat dengan mudah, menggunakan tenda tradisional Mongol yang disebut yurt sebagai tempat tinggal. Yurt juga berperan sebagai tempat pelatihan dan perawatan elang emas.
Proses berburu dengan elang melibatkan berkuji, di mana pemburu menunggang kuda dengan alat khusus untuk menopang elang. Mereka menuju dataran tinggi, memandangi hamparan pasir dan rumput luas. Begitu target terpantau, elang dilepaskan, meluncur dengan kecepatan tinggi, dan dengan cakar dan paruhnya yang tajam, berhasil menghujam mangsa.
Berburu dengan bantuan elang bukan hanya aktivitas utama untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga bagian dari warisan budaya nomaden. Meskipun tradisi ini hampir punah selama era Soviet, upaya untuk mempertahankan keaslian perburuan dibangkitkan melalui festival tradisional seperti Festival Salbu. Pada tahun 2010, seni berburu dengan elang di Kyrgyzstan diakui oleh UNESCO sebagai bagian dari warisan budaya dunia, menghidupkan kembali kekayaan tradisional yang hampir terlupakan.
Ayo bagikan artikel ini dan ikuti berita terbaru di [posjos.com](https://posjos.com) untuk terus menggali kisah menarik dari berbagai belahan dunia! *[Musik]*
Info : Situs posjos.com sedang dalam proses migrasi konten. Dari semula konten artikel, sebagian akan di sempurnakan menjadi konten video. Anda bisa membuka postingan versi video di halaman ini. Untuk postingan dalam format audio buka di sini. Ikuti juga posjos.com di Tiktok.