Scroll untuk baca artikel
BeritaFaunaLokal

Garangan: Hewan Paling Tahan Bisa Ular

×

Garangan: Hewan Paling Tahan Bisa Ular

Sebarkan artikel ini
Posjos.com - Garangan Hewan Paling Tahan Bisa Ular. Garangan Hewan Yang Kebal Bisa Ular. Binatang Kebal Bisa Ular Garangan
Posjos.com - Garangan Hewan Paling Tahan Bisa Ular. Garangan Hewan Yang Kebal Bisa Ular. Binatang Kebal Bisa Ular Garangan

Garangan: Hewan Paling Tahan Bisa Ular – Garangan, juga dikenal sebagai garangan Jawa dengan nama ilmiah Herpestes javanicus, adalah anggota keluarga herpestiai yang berasal dari wilayah Eropa dan Asia. Mereka tersebar luas di sebagian besar pulau Jawa serta bagian utara Pulau Sumatera. Meskipun mereka sering menjadi pengganggu bagi ayam peliharaan penduduk, garangan Jawa memiliki peran penting dalam pengendalian populasi tikus di perkebunan atau sawah.

NB : Postingan ini sudah di update menjadi postingan video. Anda bisa “BERALIH KE VERSI VIDEO” atau tetap di sini untuk melanjutkan membaca

Scroll Untuk Terus Membaca
Scroll Untuk Terus Membaca

Pada abad ke-19, garangan Jawa diekspor ke banyak pulau tropis di seluruh dunia sebagai solusi untuk mengendalikan hama terutama tikus. Para petani mengalami kerugian yang signifikan akibat serangan tikus yang merusak hasil panen, dan harapan besar ditempatkan pada garangan Jawa. Namun, ironisnya, garangan tidak hanya memangsa tikus tetapi juga hewan-hewan lain seperti bunglon, iguana hijau, kadal, dan bahkan burung yang tengah bersarang. Hal ini memberikan dampak negatif pada ekosistem secara keseluruhan, mengancam populasi hewan-hewan yang menjadi mangsa garangan.

Proyek ini akhirnya dihentikan di banyak negara karena intervensi manusia dalam ekosistem tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan. Dalam mengelola ekosistem, penting untuk mempertimbangkan dampak yang lebih serius.

Garangan telah lama memikat perhatian manusia karena kemampuannya dalam melawan ular berbisa, termasuk ular kobra dan ular beludak. Dengan keberanian, kecepatan, dan refleks yang luar biasa, garangan mampu menghadapi ular berbisa dan menghindari gigitannya yang mematikan. Mereka menggunakan taktik intimidasi yang memaksa ular untuk selalu waspada.

Baca Juga :   Jika Laki-laki Dapat Bidadari, Wanita Dapat Apa di Surga

Dalam pertarungan yang dramatis, garangan seringkali berhasil menangkap kepala ular dan menggigitnya dengan gigi tajam hingga menghancurkan tengkorak ular tersebut. Garangan memiliki keunggulan tertentu saat berhadapan dengan ular berbisa, seperti bulu yang tebal yang mampu memblokir taring ular kobra dan mutasi spesifik pada reseptor aseilin kolinnikotin yang membuat mereka kurang sensitif terhadap efek neurotoksik dari racun ular. Akibatnya, tubuh garangan menjadi kebal terhadap racun ular.

Meskipun garangan mampu menghadapi ular berbisa dengan keberanian, mereka tidak selalu tampil sebagai pemenang dalam setiap pertarungan. Patukan tunggal yang tepat sasaran dari ular biasanya tidak cukup kuat untuk mengalahkan garangan, tetapi beberapa kali patukan itu bisa membuat garangan kalah dalam pertarungan.

Beberapa spesies garangan, terutama yang berasal dari Afrika, memiliki sifat sosial dan hidup dalam kelompok besar. Ini memberikan keamanan dalam jumlah dan memudahkan mereka dalam mencari makanan serta berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Garangan merupakan makhluk yang bersifat nomaden, suka berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Jika kesulitan menemukan rumah, mereka membentuk kelompok yang rapat untuk meningkatkan peluang keamanan. Selain itu, beberapa spesies garangan memiliki hubungan simbiosis dengan babi hutan. Mereka merayapi tubuh babi hutan untuk memakan kutu yang tinggal di sana, memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Garangan adalah hewan yang memikat perhatian manusia karena kemampuannya dalam melawan ular berbisa. Namun, penting untuk memahami bahwa intervensi manusia dalam ekosistem tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan. Garangan, meskipun tahan bisa ular, juga memiliki dampak ekologis yang perlu dipertimbangkan. Bagikan artikel ini dan ikuti berita terbaru di posjos.com untuk informasi lebih lanjut tentang hewan-hewan menarik dan isu lingkungan.

Baca Juga :   Dosa Berhutang Tak Diampuni Sekalipun Syahid

Info : Situs posjos.com sedang dalam proses migrasi konten. Dari semula konten artikel, sebagian akan di sempurnakan menjadi konten video. Anda bisa membuka postingan versi video di halaman ini. Untuk postingan dalam format audio buka di sini. Ikuti juga posjos.com di Tiktok.