Scroll untuk baca artikel
BeritaDunia

Persia: Bangsa Kuno yang Berpengaruh Hingga Indonesia

×

Persia: Bangsa Kuno yang Berpengaruh Hingga Indonesia

Sebarkan artikel ini
Posjos.com - Persia Bangsa Kuno Persia Negara Persia yang Berpengaruh Hingga Indonesia. Bangsa Kuno Indonesia.
Hashtag Dan Ilustrasi Gambar Posjos.com - Persia Bangsa Kuno Persia Negara Persia yang Berpengaruh Hingga Indonesia. Bangsa Kuno Indonesia.

Persia: Bangsa Kuno yang Berpengaruh Hingga Indonesia – Persia, sebagai bagian dari bangsa Iran, tidak hanya menetap di Iran tetapi juga tersebar luas di berbagai negara seperti Afganistan, Kirgistan, Tajikistan, Amerika Serikat, Rusia, Jerman, Kuwait, Uni Emirat Arab, Irak, dan India. Bahasa Persia, sebagai salah satu bahasa tertua yang masih digunakan, memiliki dampak signifikan di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.

Beberapa nama orang di Indonesia, seperti Johansah dan Firmansah, memiliki akar dalam bahasa Persia kuno. Tak hanya itu, sejumlah kosakata Persia juga meresap ke dalam bahasa Indonesia, seperti arak, bandar, menara, anggur, topan, waswas, dan banyak lagi. Etnis Persia memiliki keterkaitan erat dengan Kekaisaran Persia, terutama Kekaisaran Akhemeniah yang didirikan oleh Raja Cyrus Agung pada abad ke-6 SM.

Scroll Untuk Terus Membaca
Scroll Untuk Terus Membaca

NB : Postingan ini sudah di update menjadi postingan video. Anda bisa “BERALIH KE VERSI VIDEO” atau tetap di sini untuk melanjutkan membaca

Kekaisaran Akhemeniah, di bawah kepemimpinan Cyrus Agung, menjadi salah satu kekaisaran terkuat dan berpengaruh dalam sejarah dunia kuno. Memperluas wilayahnya dari Semenanjung Balkan hingga Lembah Indus, kekaisaran ini menguasai sekitar 44% dari wilayah dunia yang dihuni pada saat itu. Peristiwa penting pada masa pemerintahan Cyrus Agung adalah penaklukan Babilonia, yang mengarah pada penerbitan Silinder Cyrus.

Silinder Cyrus, temuan arkeologi berupa silinder tanah liat, mencatat penaklukan Babilonia dan menegaskan kebebasan beragama serta kebebasan beribadah bagi beragam kelompok masyarakat. Cyrus Agung terkenal sebagai pemimpin yang toleran, murah hati, perkasa, dan berani. Sikapnya yang menghormati keyakinan dan adat istiadat orang lain membuatnya dihormati dan dihargai, bahkan dalam zaman modern.

Baca Juga :   Tradisi Berburu dengan Elang Warisan Bangsa Mongol: Kyrgyzstan

Meskipun adaptasi bebas dalam film “300” memperlihatkan Raja Xerxes I dengan penampilan dramatis, peristiwa sejarah sebenarnya pada Pertempuran Thermopylae melibatkan pasukan Yunani yang dipimpin oleh Raja Leonidas dari Sparta melawan pasukan Persia yang dipimpin oleh Raja Xerxes I pada tahun 480 SM. Meskipun pasukan Yunani akhirnya kalah, pengorbanan mereka menjadi pemenang moral, menginspirasi negara-negara Yunani lainnya untuk melawan invasi Persia.

Pada tahun 330 SM, Alexander Agung menaklukkan kekaisaran Akhemeniah, mengakhiri era tersebut. Berbagai dinasti seperti Seleukia, Partia, dan Sasania kemudian muncul, memerintah wilayah Persia kuno. Namun, pada tahun 651 M, pasukan Muslim menaklukkan Persia, mengakhiri masa Persia kuno dan membawa perubahan besar dalam sejarah, budaya, dan pengetahuan. Peristiwa ini menciptakan gelombang perubahan yang mendefinisikan perjalanan sejarah Persia hingga masa yang lebih modern.